Menu

Damas Dukung Bandara Kertajati Berubah Nama Menjadi Bandara Raden Dewi Sartika

Korps Alumni Daya Mahasiswa Sunda (Kadamas) dan Daya Mahasiswa Sunda (Damas) mendorong dan mendukung penuh keinginan keluarga Pahlawan Nasional Wanita Raden Dewi Sartika agar Bandar Udara (Bandara) Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat berubah nama menjadi Bandara Raden Dewi Sartika.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Refleksi Spirit Raden Dewi Sartika, Selasa, (4/12/2018), di Taman Raden Dewi Sartika (Balai Kota) jalan Wastukencana Bandung, turut hadir Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Kerja sama, Inovasi & Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran Dr. Keri Lestari MSi. Apt., Ketua Patrem Ambu Yoke, Dini Dewi Kartika (Cucu Raden Dewi Sartika), dan Ketua Damas Puseur Gani Presa.

Seperti diketahui, Raden Dewi Sartika yang lahir 4 Desember 1884 di Cicalengka merupakan tokoh perintis pendidikan kaum wanita dan telah diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1966.

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Masyarakat, Kerja sama, Inovasi & Korporasi Akademik Universitas Padjadjaran Dr. Keri Lestari MSi. Apt menegaskan, dirinya sangat setuju apabila Pahlawan Nasional Wanita Raden Dewi Sartika namanya diabadikan di Bandara Internasional Kertajati di Majalengka Jawa Barat, “Saya setuju sekali karena memang tokoh Jawa Barat perempuan yang mumpuni adalah Raden Dewi Sartika, karena selain merupakan tokoh Jawa Barat, Raden Dewi Sartika merupakan pahlawan nasional, maka sangat wajar apabila jasa-jasanya diabadikan menjadi nama Bandar Udara,” tegasnya.

“Ke depan mungkin perlu diberikan kajian dalam bentuk kajian akademik yang dapat dijadikan alasan bagi para pemangku kepentingan, mengapa kebijakan tersebut harus diambil, dan yang pasti kajian tersebut harus multi disiplin,” pungkasnya.

Ketua Damas Puseur Gani Presa mengatakan, Daya Mahasiswa Sunda (Damas) dan Keluarga Raden Dewi Sartika mendorong serta memperjuangkan nama Raden Dewi Sartika diabadikan menjadi nama Bandar Udara Internasional di Majalengka menggantikan nama Kertajati, “Kami mengacu kepada pahlawan wanita lain yang sudah diabadikan menjadi nama Bandara seperti Bandara Cut Nyak Dhien dan Bandara Fatmawati, “Melalu dorongan dan doa dari semua pihak mudah-mudahan Bandara Kertajati dapat berubah nama menjadi Bandara Raden Dewi Sartika,” pungkasnya.

Dini Dewi Kartika yang merupakan cucu Pahlawan Nasional Wanita Raden Dewi Sartika menegaskan, nama Raden Dewi Sartika sangat pantas diabadikan di Bandara Kertajati, “Perjuangan Raden Dewi Sartika sebagai pendidik mengakibatkan Raden Dewi Sartika dibuang ke Ternate karena dituduh berkhianat oleh pemerintah Belanda, seperti diketahui sepak terjang perjuangan pendidikan Raden Dewi Sartika dimulai dari wilayah Cicalengka, Majalengka dan Cirebon,” ungkapnya.

“Jadi mengapa tidak bila ada tokoh wanita dan pahlawan nasional yang menjadi kebanggaan Jawa Barat diabadikan namanya menjadi nama Bandar Udara, seperti Cut Nyak Dhien di Aceh, dan Fatmawati di Lampung,” ujar Dini Dewi Kartika, “Maka saya tegaskan, sangat tepat apabila Bandara Kertajati berubah nama menjadi Bandara Raden Dewi Sartika,” pungkasnya.

Sumber artikel : http://arcom.co.id/2018/12/05/damas-dukung-bandara-kertajati-berubah-nama-menjadi-bandara-raden-dewi-sartika/

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
20 Oktober 2004

Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi Presiden ke-6 Indonesia

Susilo Bambang Yudhoyono beserta wakilnya Jusuf Kalla resmi dilantik sebagai presiden ke enam Republik Indonesia untuk periode pertama setelah menang dalam Pemilu 2004 mengalahkan pasangan Megawati Soekarnoputri dan Hasyim Muzadi.

Selengkapnya...
Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi Presiden ke-6 Indonesia ( 20 Oktober 2004 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by