Menu

Makna Kepahlawanan

Kepahlawanan adalah sifat seseorang yang akan mewujudkan suatu pemikiran, sikap, dan tindakan yang ditujukan untuk kepentingan menjaga harkat dan martabat dirinya maupun bagi kepentingan masyarakat banyak termasuk bagi bangsa dan negara.

1. Keteladanan Dalam Nilai-Nilai Kepahlawanan

Nilai-nilai kepahlawanan akan tumbuh melekat pada diri seseorang yang memiliki jiwa tersebut dan akan mendasari seluruh perjalanan hidupnya. Sebagai sifat yang tertanam dalam jiwanya, sifat kepahlawanan tidak lekang oleh perubahan kondisi dalam lingkungannya maupun sikap masyarakat disekitarnya sepanjang masa.

Keinginan untuk menjaga kehormatan, perilaku kepantasan dan kesantunan, keadilan, berpikir dan berkata baik serta bertindak baik terhadap sesama, menjaga citra positif pada dirinya, hidup bermartabat akan mewarnai seluruh kehidupannya. Kondisi kehidupan tersebut menjadi cita-cita yang dipegang teguh untuk kehidupan masa depan sehingga tidak tergoda oleh kenikmatan sesaat yang akan menghancurkan dan menghapuskan seluruh pemikiran dan tindakan yang telah menghasilkan citra positif bagi dirinya, sepanjang kehidupan yang telah dilaluinya.

Seseorang dengan jiwa kepahlawanan akan sangat peka terhadap perubahan-perubahan yang akan mengganggu citra kualitas dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Mereka akan berjuang mempertahankan kualitas kehidupan secara wajar dan alamiah, sejalan dengan pikiran dan tindakan yang telah dilakukan sebelumnya sehingga membentuk ‘kewajiban” dan bukan merupakan ‘pengorbanan’ bagi dirinya.

Perjalanan kehidupan tersebut akan terus berlangsung dan bahkan ketika dihadapkan pada tujuan yang lebih besar dengan resiko yang lebih besar pula, hal tersebut akan tetap dijalankan sebagai tanggung jawab moral pribadinya. Setiap langkah akan dijalankan dengan penuh dedikasi, integritas, dan konsistensi tinggi untuk mencapai tujuan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara. Dari sisi lain, seseorang dengan sifat kepahlawanan akan dijauhkan dari pemikiran yang bertujuan mengkhianati harapan dan tujuan bangsa demi kepentingan pribadinya.

Sifat-sifat kepahlawanan pada dasarnya telah terdapat pada kearifan lokal masyarakat seluruh Nusantara. Dari peristiwa sejarah, para raja di Nusantara mendapatkan dukungan yang besar dari rakyatnya dengan penuh inisiatif serta antisipatif sehingga mampu melakukan perjuangan panjang melawan penjajah yang jauh lebih kuat. Hal ini terlihat bagaimana para Raja atau pimpinan saat itu mampu membangkitkan kesadaran rakyatnya untuk memiliki sifat yang dedikatif, integratif dan konsisten dalam mewujudkan suatu perjuangan bersama bagi kepentingan bersama sekaligus kepentingan negaranya.

Dari riwayat sejarah kepahlawanan anak bangsa, dapat kita peroleh pula pelajaran yang sangat berharga tentang penerapan sifat kepahlawanan dan terbukti dapat memberikan hasil dan manfaat yang besar bagi bangsa dan negara.

Dengan seluruh potensi besar yang kita miliki saat ini serta dukungan masyarakat yang berdedikasi, berintegritas dan memiliki konsistensi terhadap kepentingan bangsa, dapat dipastikan kita akan mampu menjadi bangsa yang besar, kuat dan bermartabat.

Saatnya kita untuk lebih menanamkan kesadaran bersama memahami keteladanan sifat para pahlawan guna mempercepat dalam mengatasi ketidakjelasan arah perkembangan bangsa ini.

2. Karakter Jiwa Kepahlawanan

  • Konsisten berpegang kepada dasar berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, yang telah berhasil membangung kehidupan berbangsa dan bernegara yang bermartabat dan berdaulat.
  • Memiliki integritas serta dedikasi terhadap tugas dan tanggung-jawab yang berkaitan dengan pembangunan bangsa dan negara dalam seluruh aspek kehidupan.
  • Jujur, teguh, penuh tekad, rela berkorban, ikhlas, bertanggung-jawab, konsisten, memiliki integritas terhadap pembangunan bangsa.
  • Cerdas, kreatif, berinisiatif, santun, rendah hati, terbuka, komunikatif, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
  • Peduli terhadap penderitaan sesame, rela berkorban untuk memperjuangkan kondisi yang lebih baik.
  • Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
1 Desember 1956

Mohammad Hatta mengundurkan diri sebagai Wapres RI

Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta resmi mengundurkan diri dari kursi wakil presiden setelah surat pengunduran dirinya diterima oleh DPR kala itu. Sebelumnya pada 20 Juli 1956 Hatta telah mengirim surat pengunduran diri namun ditolak secara halus oleh DPR....

Selengkapnya...
Mohammad Hatta mengundurkan diri sebagai Wapres RI ( 1 Desember 1956 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by