[ Oleh: ]
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja: Negarawan Sederhana yang Menjaga Persatuan Indonesia
Disadur dan diolah dari berbagai sumber
Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, nama Ir. H. Djuanda Kartawidjaja dikenal sebagai salah satu negarawan penting yang memberikan pengabdian besar bagi negara pada masa-masa awal kemerdekaan. Sosok beliau dikenal sederhana, tenang, dan jauh dari ambisi politik pribadi, namun memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas bangsa di tengah situasi politik yang penuh dinamika.
Ir. H. Djuanda Kartawidjaja merupakan Perdana Menteri terakhir Republik Indonesia sebelum sistem parlementer berakhir dan Indonesia memasuki era Demokrasi Terpimpin. Di tengah berbagai pergolakan politik nasional saat itu, Djuanda dipercaya memimpin pemerintahan karena kemampuan, integritas, serta sikapnya yang selalu mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan golongan maupun partai politik.
Sejarawan Prof. Anhar Gonggong menyebut Djuanda sebagai “bumper” Presiden Soekarno. Istilah tersebut menggambarkan peran beliau sebagai sosok penyeimbang yang membantu menjaga stabilitas pemerintahan dan arah perjalanan negara pada masa yang tidak mudah.
Selain dikenal sebagai pemimpin pemerintahan, Djuanda juga meninggalkan warisan besar bagi Indonesia melalui Deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Deklarasi tersebut menegaskan bahwa laut di antara, di sekitar, dan yang menghubungkan pulau-pulau di Nusantara merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Gagasan besar ini kemudian menjadi tonggak penting dalam perjuangan Indonesia sebagai negara kepulauan dan akhirnya mendapatkan pengakuan internasional.
Di balik peran besarnya sebagai negarawan, Djuanda juga dikenal sebagai sosok ayah yang sederhana dan dekat dengan keluarga. Putri bungsunya, Noorwati Djuanda, dalam sebuah wawancara mengenang ayahnya sebagai pribadi pendiam yang memiliki kegemaran membaca dan fotografi. Di waktu senggang, beliau sering mengajak anak-anaknya ke toko buku dan membebaskan mereka memilih buku yang disukai. Cara sederhana itu menjadi bentuk perhatian beliau dalam menanamkan budaya membaca dan semangat belajar kepada anak-anaknya.
Ir. H. Djuanda dan Hj. Yuliana Djuanda dikaruniai lima orang anak, terdiri dari empat putri dan satu putra. Keluarga besar Djuanda kemudian banyak berkiprah dalam berbagai bidang pengabdian kepada negara, baik di pemerintahan, TNI, Polri, maupun diplomasi. Di antaranya terdapat nama-nama tokoh nasional seperti Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, mantan Kapolri; Drs. H. Waskito Reksosoedirdjo, mantan Kepala BAKN; Drs. H. Ilchaidi Elias, mantan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri; serta hubungan kekeluargaan dengan mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Komjen Pol (Purn) Adang Daradjatun.
Bagi IKPNI, sosok Ir. H. Djuanda Kartawidjaja merupakan teladan pengabdian, integritas, dan nasionalisme yang bekerja dalam ketenangan namun menghasilkan dampak besar bagi bangsa. Perjuangan beliau menunjukkan bahwa menjaga Indonesia tidak hanya dilakukan melalui perjuangan fisik, tetapi juga melalui pemikiran, kepemimpinan, dan dedikasi untuk menjaga persatuan bangsa.
Nilai-nilai perjuangan dan pengabdian para tokoh bangsa seperti Djuanda Kartawidjaja menjadi bagian penting yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda Indonesia agar semangat persatuan, cinta tanah air, dan tanggung jawab kebangsaan tetap hidup dari masa ke masa.
Sumber : Keluarga Ir. H. Djuanda

