
Memperingati Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan ke 78 Tahun

Gbr 1. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bertindak sebagai inspektur upacara ” Memperingati Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan ke 78 Th
Padang, 19 Jul 2025
Dalam suasana penuh haru dan semangat nasionalisme, Pemerintah Kota Padang menggelar kegiatan ‘Memperingati Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan ke 78 Tahun’ dengan menggelar upacara di Lapangan APEKSI, Balai Kota Padang, Sabtu (19/7/2025)
Upacara dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula anak, mantu dan cucu Bagindo Azizchan yang berdomisili di Jakarta, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pejabat struktural Pemko Padang, tokoh masyarakat, serta pelajar dari berbagai sekolah.

Gbr 2. Upacara berlangsung khidmat oleh unsur Forkopimda, jajaran pejabat Pemko Padang, serta elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Maigus Nasir menyampaikan pentingnya mengenang dan meneladani nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bagindo Aziz Chan. “Keteladanan beliau tidak hanya tercermin dalam keberaniannya melawan penjajah, tetapi juga dalam sikapnya yang jujur, tegas, dan selalu berpihak pada rakyat. Semangat inilah yang harus kita warisi dan implementasikan dalam membangun bangsa hari ini,” ujar Maigus dengan suara lantang.
“Pengorbanan dan keteguhan Bagindo Aziz Chan adalah warisan nilai yang harus kita jaga. Semangat patriotisme dan keberaniannya patut kita teladani,” ujarnya.
Napak Tilas Perjuangan
Sehari sebelumnya di Jumat 18 Juli 2025 , untuk memperingti 78 tahun gugurnya sang pahlawan nasional diadakan juga Napak Tilas Perjuangan Bagindo Azizchan. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengenang jejak kepemimpinan dan pengorbanan Walikota Padang ke-2, Bagindo Azizchan, yang wafat dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia dari penjajahan Belanda.
Sebanyak 280 peserta mengikuti napak tilas ini, terdiri dari perwakilan pelajar, mahasiswa, ASN, TNI, Polri, organisasi kepemudaan, komunitas sejarah, dan masyarakat umum. Mereka menyusuri rute perjuangan Bagindo Azizchan, dimulai dari Simpang Haru, kawasan penting yang menjadi saksi pergerakan masyarakat Padang di masa revolusi, dan berakhir di Tugu Peringatan Gugurnya Bagindo Azizchan di Jalan yang kini menyandang namanya.

Gbr 3. Wakil Walikota Maigus Nasir melepas peserta Napak Tilas Perjuangan Bagindo Aziz Chan, Jumat (18/7/2025) malam
Selama perjalanan, peserta tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga mengikuti rangkaian edukatif seperti pemaparan sejarah di tiap titik persinggahan, pembacaan testimoni, sejarah, pembacaan doa, serta penampilan seni budaya Minangkabau yang mengangkat semangat perjuangan. Suasana khidmat menyelimuti rombongan, terlebih saat peserta melakukan hening cipta di depan monumen tempat Bagindo Azizchan ditembak mati oleh tentara Belanda pada 19 Juli 1947.
Selain itu, di beberapa titik, panitia juga menggelar sesi tanya-jawab sejarah serta pemutaran dokumentasi perjuangan kemerdekaan di Padang. Beberapa saksi sejarah dan tokoh masyarakat juga turut hadir membagikan cerita tentang bagaimana Bagindo Azizchan menjadi simbol keteguhan rakyat Minangkabau dalam mempertahankan kemerdekaan.
Mengunjungi rumah kelahiran Walikota Padang ke-2 itu di Alang Laweh, Padang
Usai melaksanakan upacara peringatan gugurnya Bagindo Aziz Chan di Lapangan Kantor Walikota Padang, Jalan Bagindo Aziz Chan, By Pass, Aia Pacah. Sabtu, (19/7/2025), Wakil Walikota Padang Maigus Nasir beserta jajarannya langsung bertolak ke rumah kelahiran Walikota Padang ke-2 itu di Alang Laweh, Padang. Rombongan memasuki rumah panggung berwarna biru bersamaan dengan anak-anak, mantu dan cucu dari Almarhum Bagindo Aziz Chan, yang ikut mengenang kembali rumah yang sudah menjadi cagar budaya Kota Padang.
Rumah kelahiran Bagindo Aziz Chan sudah difungsikan menjadi museum sejak tahun 2019. Di museum dipajang beragam koleksi, termasuk foto-foto bersejarah, catatan pribadi, dan perjuangan yang menginspirasi dari Bagindo Aziz Chan.
Di sela-sela obrolan singkat bersama salah satu anak Bagindo Aziz Chan, Ineke Aziz Chan, Maigus menuturkan napak tilas ini sangat bermakna, sebab perjuangan Bagindo Aziz Chan dalam mempertahankan Kota Padang sangat menginspirasi generasi muda.
Perjuangan Bagindo Aziz Chan sangat mendalam bagi Kota Padang. Sudah seharusnya meneladani sosoknya sebagai pemimpin. Sosok yang berani dan tegas, peduli terhadap keamanan, respon cepat terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Ziarah ke Makam Bagindo Aziz Chan
Melanjutkan rangkaian Peringatan Hari Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, kemudian melakukan ziarah ke Makam Bagindo Aziz Chan, yang berada di Taman Makam Pahlawan Kusuma Bhakti Gulai Bancah, Kota Bukittinggi, Sabtu (19/7/2025).
Di lokasi TMP, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin prosesi tabur bunga sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar sang pahlawan.

Gbr 4. Ziarah ke makam Bgd Azizchan di TMP Kusuma Bhakti Bukittinggi, berlangsung khidmat dan dihadiri oleh kedua putri dan mantu Bagindo Azizchan yakni : Ibu Hj Ineke Azizchan dan suami Bpk H. Nafis serta Ibu Hj. Andoda Nushati Azizchan.
Upacara yang dilaksanakan dengan tanda kehormatan militer itu dipimpin langsung oleh personel Kodim Bukittinggi. Tabur bunga dilakukan dengan penuh khidmat diiringi doa dan peletakan karangan bunga, ikut menghadiri kedua putri, mantu dan cucu Bagindo Azizchan yakni : Ibu Hj Ineke Azizchan dan suami Bpk H. Nafis Thalib serta Ibu Hj. Andoda Nushati Azizchan dan cucu Ayu Suzanne AW Puspokusumo serta jajaran pejabat Pemko Padang

Gbr 5. Penyerahan hadiah oleh putri Bgd Azizchan yakni Ibu Hj. Ineke Azizchan, kepada para pemenang lomba napak tilas, yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan. Lomba ini bertujuan menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda secara edukatif dan historis.
Sebagai penutup, dilakukan penyerahan simbolis alat gotong royong kepada Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat dari 11 kecamatan di Kota Padang. Kegiatan ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Kota Padang.
Profil Singkat Pahlawan Nasional Bagindo Azizchan
Bagindo Azizchan lahir di Padang, 30 September 1910. Ia dikenal sebagai pribadi religius, intelektual, dan pejuang sejati. Setelah menempuh pendidikan hukum di Batavia, ia kembali ke tanah kelahirannya untuk mengabdi sebagai pengacara dan guru. Aktivismenya dimulai sejak muda, melalui organisasi Jong Islamieten Bond dan berbagai lembaga pendidikan rakyat.
Pada 15 Agustus 1946, beliau dilantik menjadi Walikota Padang oleh Gubernur Sumatra Teuku Mohammad Hasan. Di masa pemerintahannya, ia menghadapi tekanan dari Belanda yang ingin kembali menguasai Padang. Namun Bagindo Azizchan tegas menolak, bahkan mengutip kalimat legendaris: “Langkahi dulu mayat saya, baru kalian bisa menduduki Kota Padang!”
Ia mendirikan surat kabar “Cahaya Republik Indonesia” untuk melawan propaganda Belanda dan mengobarkan semangat rakyat. Sayangnya, pada 19 Juli 1947, saat dalam perjalanan menuju Bukittinggi, beliau ditembak mati oleh tentara Belanda. Jenazahnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi. Pada 2005, ia secara resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden RI.
Menjaga Warisan Perjuangan
Gbr 6. Foto bersama di tugu TMP Kusuma Bhakti Bukittinggi, dihadiri oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, kedua putri, mantu dan cucu Bagindo Azizchan yakni : Ibu Hj Ineke Azizchan dan suami Bpk H. Nafis Thalib serta Ibu Hj. Andoda Nushati Azizchan dan Ayu Suzanne AW Puspokusumo serta jajaran pejabat Pemko Padang.
Sebagai bagian dari Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI), keluarga besar Bagindo Azizchan bersama masyarakat Sumatra Barat terus berperan aktif dalam menjaga warisan perjuangan sang pahlawan. Napak tilas ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah, keluarga pahlawan, dan generasi muda untuk tidak melupakan sejarah bangsanya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya bersifat simbolis, tapi juga menjadi kurikulum hidup untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kepemimpinan, integritas, religiusitas, dan keberanian di tengah masyarakat Indonesia.
Napak tilas bukan hanya langkah kaki menelusuri masa lalu, tetapi langkah batin meneladani keberanian, kecintaan pada negeri, dan keteguhan hati dalam mempertahankan kemerdekaan. Mari terus hidupkan semangat Bagindo Azizchan di setiap langkah perjuangan kita hari ini.
Media Sosial :
- https://www.instagram.com/reel/DMUzoqZBlJE/?igsh=MThodDBza2Z1MTE2ZQ==
- https://www.facebook.com/share/v/1AssTf7GPK/
Ditulis ulang oleh:
Tim Komunikasi & Publikasi IKPNI
Sumber: Keluarga Bagindo Azizchan , infosumbar.net, ikpni.or.id