Menu
PAHLAWAN NASIONAL

Mohammad Yamin, Prof., S.H.

Berdasarkan: Keppres No. 088/TK/TH. 1973, 6 November 1973

Sejak muda, Mohammad Yamin sudah giat dan bersemangat di dalam pergerakan kebangsaan. Ketika sekolah di Sumatera Barat, menjadi pimpinan perkumpulan Jong Sumatera Bond. Pada perayaan ulang tahun ke lima perkumpulan ini di tahun 1923, di Jakarta mengemukakan gagasannya yang berjudul “Bahasa Melayu” karena yakin dapat dikembangkan menjadi bahasa kebangsaan Indonesia. Sejak berusia 18 tahun sudah sering menulis sajak dan senang membaca, koleksi bukunya melebihi 20.000 buah. Yamin memberi semangat kepada bangsa Indonesia untuk maju, mencintai kebudayaan dan mencapai kemerdekaan.

Berbagai karangannya telah terbit antara lain Ken Arok dan Ken Dedes, Gajah Mada, Diponegoro, dan lain-lain. Dalam kongres pemuda I tanggal 30 April – 2 Mei 1926 di Jakarta, Yamin mengemukakan betapa perlunya bangsa Indonesia memiliki bahasa persatuan. Dalam kongres pemuda II di Jakarta (27-28 Oktober 1928) yang dihadiri oleh berbagai perkumpulan pemuda dan pelajar, Yamin sebagai sekretaris. Dalam kesempatan itu Yamin menyampaikan ceramah dengan judul “Dari Hal Persatuan dan Kebangsaan Indonesia”. Untuk menyalurkan aspirasi politiknya, memasuki partai politik Partindi (1932-1938), kemudian Gerindo dan akhirnya mendirikan Parpindo (Partai Persatuan Indonesia) tahun 1939. Kemudian oleh kelompok Minangkabau, Yamin dicalonkan dan diangkat menjadi anggota Volksraad (1938-1942).

Saat Jepang membentuk BPUPKI termasuk salah satu anggota, juga menjadi anggota Panitia Kecil yang menghasilkan “Piagam Jakarta”. menjelang proklamasi kemerdekaan, Yamin sibuk untuk menyempurnakan UUD 45 yang dipimpin Soepomo. Sesudah pemerintah RI terbentuk, menentang kebijaksanaan pemerintah karena politik perundingannya dengan Belanda. Bersama Tan Malaka mendirikan Partai Murba dan Persatuan Perjuangan. Oleh karena itu, ketika didakwa akan melakukan perebutan keuasaan pemerintah RI (3 Juli 1946), Yamin dijatuhi hukuman 4 tahun, tetapi pada tanggal 17 Agustus 1948 memperoleh grasi dan dibebaskan.

Pada tahun 1949, Yamin diangkat sebagai penasihat Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Belanda. Kariernya dalam pemerintahan sebagai Menteri Kehakiman (1951), Wakil Menteri Pertama Bidang Khusus, Menteri Penerangan, dan Ketua Dewan Perancang Nasional (1962).

Nilai Kepribadian Luhur yang Dimiliki

Profesor sastrawan yang ahli filsafat, sejarah, dan sarjana hukum ini berjuang bagi bangsanya melalui keahlian yang dimiliki mengetengahkan Bahasa Melayu dan meyakinkan bangsanya bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar.

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
21 April 1879

Hari Lahir R.A. Kartini

Dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia kala ia hidup. Karena kegigihannya itulah hari lahirnya kemudian diperingati sebagai hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.

Selengkapnya...
Hari Lahir R.A. Kartini ( 21 April 1879 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by