Menu
PAHLAWAN NASIONAL

Djanatin Alias Usman Bin Haji Muhammad Ali

Berdasarkan: Keppres No. 050/TK/TH. 1968, 17 Oktober 1968

Djanatin berasal dari keluarga santri yang patuh pada agama dan pejuang bangsa yang handal. Salah seorang kakaknya gugur dalam mempertahankan kemerdekaan RI pada tahun 1949. Dua orang kakaknya yang lain meneruskan perjuangannya. Tahun 1961 saat Djanatin kelas 3 SMP, berdengunglah Tri Komando Rakyat (Trikora) yang amat menyentuh jiwa Djanatin. Tahun 1962 mulai mengikuti pendidikan militer yang diadakan oleh Korps Komando Angkatan Laut RI, diteruskan latihan amphibi lalu memasuki pendidikan khusus di Cisarua selama satu bulan.

Sesudah itu ditempatkan di Batalyon III KKO-AL dan ikut dalam operasi Trikora dan bertemu Harun. Pada waktu Indonesi konfrontasi dengan Malaysia, Kopral Osman (Djanatin) dan Prako II Harun dimasukkan dalam Tim Brahmana I dibawah pimpinan Kapten KKO Paulus Subekti yang berpangkalan di Pulau Sambu, Riau. Disini Osman bertemu dengan Gani bin Arup. Tanggal 8 Maret 1965 ditugaskan menyusup ke Singapura dengan bekal 12,5 kg bahan peledak. Untuk melaksanakan sabotase yang dapat menggoyahkan kepercayaan umum kepada pemerintah Singapura.Tugasnya berhasil, masyarakat Singapura gelisah dan menimbulkan krisis kepercayaan kepada pemerintahnya.

Tanggal 10 Maret 1965 diputuskan untuk kembali ke pangkalan di Pulau Sambu. Osman dan Harun berangkat bersama-sama sedangkan Gani memisahkan diri. Osman dan Harun berhasil merampas motor boat seorang cina, sayang di tengah laut motor boat tersebut macet, sehingga tanggal 13 Maret 1965 ditangkap dan ditahan. Tanggal 20 Oktober 1965 dijatuhi hukuman mati. Tanggal 6 Juni 1966 naik banding, tetapi ditolak. Tanggal 17 Februari 1967 perkaranya diajukan ke “Privi Council” di London, namun juga ditolak. Tanggal 1 Juni 1968, permohonan grasi pun ditolak. Presiden Soeharto mengirimkan utusan pribadinya untuk menghubungi pejabat yang berwenang di Singapura, tetap saja gagal. Osman dan Harun dihukum mati di penjara Changi (17 Oktober 1968) dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata, Jakarta.

Nilai Kepribadian Luhur yang Dimiliki

Contoh pengorbanan. Berbekal pengetahuan lulusan SMP dan pendidikan militer, seorang Djanatin alias Osman dan temannya Harun mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara. Keikhlasan hati rakyat kecil yang berbudi luhur, sungguh tak ternilai.

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
21 April 1879

Hari Lahir R.A. Kartini

Dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia kala ia hidup. Karena kegigihannya itulah hari lahirnya kemudian diperingati sebagai hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.

Selengkapnya...
Hari Lahir R.A. Kartini ( 21 April 1879 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by