Menu
PAHLAWAN NASIONAL

Bagindo Azizchan

Berdasarkan: Keppres No. 082/TK/TH. 2005, 7 November 2005

Bapak Bagindo Azizchan lahir di Padang pada 30 September 1910. Sejak kecil Bagindo Azizchan telah mendapat pendidikan berdasarkan Agama Islam yang kuat dan taat langsung dibimbing oleh ayahanda Bagindo Montok. Meskipun dari lingkungan keluarga ambtenaar (Pegawai Pemerintah Belanda), Bagindo Azizchan tertarik dengan pemikiran tokoh politik seperti Dr. Soetomo, Mr. Moh. Roem. Dari H. Agus Salim lebih banyak mendapatkan pengetahuan mengenai politik, perjuangan demi menegakkan kebenaran yang bersifat intelektual yang berlandaskan Islam, ini diterapkan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Bagindo Azizchan sebagai sosok pemimpin Revolusioner sejati dan dapat dicermati dari sikap yang pemberani, konsisten dalam bertindak, berpendirian teguh dan tidak pernah gentar dalam menghadapi musuh.

Tahun 1933 mendirikan kantor pengacara dan menjadi pengurus Jong Islamiten Bond. Tahun 1935 ikut membentuk Volks Universiteit (Lembaga Pendidikan Rakyat( dan menjadi guru. Walaupun dalam masa sulit tetap berprinsip non kooperatif dengan Belanda. Tanggal 15 Agustus 1946 diangkat menjadi Walikota Padang ke II dan diterima dengan ucapan hati “Allahu Akbar Fi Sasbilillah”. Tugas pokok sangat berat karena dalam keadaan perang harus tetepa mempertahankan kehormatan pemerintah sipil RI di kota Padang dan selalu berserah diri kepada Allah SWT.

Sehari setelah pelantikan melakukan kunjungan ke markas besar Sekutu mengadakan perundingan dan memutuskan setuju melakukan kerjasama untuk menanggulangi keamanan di kota Padang yang semakin gawat dan membicarakan langkah-langkah teknis lalu lintas kereta api dan pos. tanggal 17 Agustus 1946, memperingati HUT Kemerdekaan RI yang pertama secara tertutup dan sangat berkesan untuk mengimbangi kampanye NICA (Netherland Indich Civil Administration) beliau menerbitkan surat kabar Republik Indonesia Cahaya.

Pada tanggal 25 Maret 1947, naskah Linggarjati ditanda-tangani seharusnya lebih saling menghargai dan lebih aman, ternyata situasi semakin gawat dan akhirnya Belanda mau menang sendiri. Bagindo Azizchan mendapat informasi dari Polisi Rahasa Belanda (Nefis) sedang mempersiapkan penangkapan tokoh-tokoh Republik dan disarankan untuk tidak masuk kota.

Tanggal 19 Juli 1947, bersama isterinya Siti Zaura Oesman yang bagi Bagindo Azizchan adalah sebagai pendamping dalam perjuangan dan tempat meletakkan kepercayaan, saat itu dalam keadaan hamil tua dan akan menuju Bukittinggi. Mobil Walikota di cegat dan disampaikan telah terjadi insiden yang dilakukan oleh extrimis-extrimis Indonesia di Lapai. Letkol Van Erp meminta Bagindo Azizchan yang jug selaku Ketua Panitia Pelaksana Keputusan RI – Belanda di Padang untuk dapat menentramkan kekacauan tersebut. Ternyata ini merupakan siasat Belanda untuk membunuh Bagindo Azizchan. Setelah gugur terjadilah penangkapan besar-besaran oleh polisi Belanda. Di tanggal ini, Bagindo Azizchan juga tewas di tangan Belanda.

Nilai Kepribadian Luhur yang Dimiliki

Pejuang tangguh dan pemberani, menjaga dan membela tanah kelahirannya dalam keadaan segawat apapun sampai titik darah terakhir. Bagindo Azizchan terus menegakkan pemerintahan dalam semboyan “Langkahi Mayat Saya Dulu Baru Belanda bisa Meluaskan Daerahnya di Kota Padang”.

Galeri

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
21 April 1879

Hari Lahir R.A. Kartini

Dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia kala ia hidup. Karena kegigihannya itulah hari lahirnya kemudian diperingati sebagai hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.

Selengkapnya...
Hari Lahir R.A. Kartini ( 21 April 1879 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by