Menu
PAHLAWAN NASIONAL

Usmar Ismail, Haji

Berdasarkan: No. 109/TK/Tahun 2021.

Bapak Perfilman Nasional dan Pahlawan Nasional Indonesia

Haji Usmar Ismail adalah tokoh besar dalam sejarah perfilman Indonesia yang dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional dan dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional di tahun 2021. Ia lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 20 Maret 1921, dan wafat di Jakarta pada 2 Januari 1971. Meski lahir di tanah Minangkabau, Usmar dikenal sebagai tokoh dari DKI Jakarta karena sebagian besar kiprah dan perjuangannya dilakukan di ibu kota. Jenazahnya dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet, Jakarta. Atas jasa dan dedikasinya dalam membangun identitas bangsa melalui dunia film, pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Usmar Ismail pada 10 November 2021 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 109/TK/Tahun 2021.


Riwayat Hidup Singkat

Haji Usmar Ismail adalah salah satu tokoh pelopor perfilman nasional yang juga aktif dalam perjuangan kemerdekaan melalui seni dan budaya. Lahir di Bukittinggi dari keluarga Minangkabau terpelajar, ia menempuh pendidikan di HIS Batusangkar, MULO Padang, dan kemudian di AMS Yogyakarta jurusan Kebudayaan Timur.

Pada masa pendudukan Jepang, Usmar mendirikan kelompok sandiwara Maya pada tahun 1944. Kelompok ini tidak hanya bergerak dalam kesenian, tetapi juga turut menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Kiprahnya dalam teater menjadi pijakan awal untuk perjuangannya melalui film.


Kamera sebagai Senjata Melawan Penjajahan

Dalam sejarah perjuangan Indonesia, Usmar adalah pejuang yang melawan bentuk penjajahan baru — budaya, ideologi, dan mental — melalui media film. Ia meyakini bahwa film adalah alat perjuangan bangsa, bukan sekadar hiburan.

Setelah kemerdekaan, ia mendirikan N.V. Perfini (Perusahaan Film Nasional Indonesia) pada tahun 1950. Perusahaan ini kemudian memproduksi film legendaris Darah dan Doa (1950), yang mengangkat kisah perjuangan pasukan Siliwangi dan dikenal sebagai film Indonesia pertama yang lahir dari semangat dan perspektif bangsa sendiri.

Tanggal 30 Maret, hari pertama pengambilan gambar film ini, kemudian ditetapkan sebagai Hari Film Nasional.


Kontribusi Besar dalam Perfilman Nasional dan Internasional

Usmar Ismail membangun industri film Indonesia dari nol, dengan visi nasionalis dan kualitas artistik tinggi. Karya-karyanya menawarkan nilai-nilai perjuangan, nasionalisme, dan kritik sosial, sekaligus memperkenalkan wajah asli Indonesia ke panggung internasional.

Beberapa film penting karya Usmar Ismail antara lain:

  • Darah dan Doa (1950) – film nasional pertama

  • Enam Djam di Jogja (1961) – tentang Serangan Umum 1 Maret

  • Lewat Djam Malam (1954) – kritik sosial pasca-kemerdekaan

  • Kafedo (1953) – drama budaya dan kemanusiaan

  • Pedjuang (1960) – narasi patriotik Indonesia

  • Tamu Agung (1956) – satire politik yang memenangkan penghargaan film komedi terbaik di Festival Film Asia Pasifik, Hongkong


Perjuangan di Dunia Kebudayaan dan Politik

Selain sebagai seniman, Usmar Ismail juga aktif di dunia jurnalistik dan politik. Ia sempat menjadi anggota parlemen, dan pada tahun 1962 mendirikan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Organisasi ini menjadi wadah kegiatan kebudayaan, pendidikan, dan penanaman nilai-nilai kebangsaan yang kuat pada masyarakat.

Di era 1960-an, ia sempat dipenjara tanpa proses pengadilan karena sikap kritisnya terhadap dominasi ideologi tertentu dalam seni. Namun tekanan politik tersebut tidak menghentikannya untuk terus berkarya dan memperjuangkan kebebasan berekspresi di dunia seni.


Pengakuan dan Warisan

Usmar Ismail dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2021 oleh Presiden Joko Widodo atas jasa besarnya dalam membangun identitas bangsa melalui perfilman.

Warisan Usmar Ismail terus dikenang melalui berbagai cara:

  • Pameran 100 Tahun Usmar Ismail (2021–2023)

  • Seminar dan Public Lecture tentang sinema kebangsaan

  • Pemutaran ulang dan restorasi film-film karya beliau

  • Usulan pendirian Museum Film Usmar Ismail

  • Penamaan Jalan Haji Usmar Ismail di Bukittinggi pada tahun 2025


Penutup

Haji Usmar Ismail adalah pelopor, pejuang, dan pemikir besar yang menjadikan film sebagai senjata perlawanan terhadap penjajahan dan alat pembentukan karakter bangsa. Ia membuktikan bahwa kamera bisa lebih tajam daripada senjata, dan bahwa kebudayaan adalah medan perjuangan yang tak kalah penting dari medan perang.

Semangat, keberanian, dan karyanya menjadi inspirasi abadi bagi generasi muda untuk terus berpikir merdeka, berkarya jujur, dan menjaga marwah kebudayaan Indonesia.

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.