Menu
PAHLAWAN NASIONAL

Josaphat Soedarso (Yos Sudarso), Laksda TNI ANM.

Berdasarkan: Keppres No. 088/TK/TH. 1973, 6 November 1973

Waktu Jepang berkuasa di Indonesia, Sekolah guru di Muntilan tempat Jos Soedarso belajar, ditutup, Jos berhenti dan masuk SMP. Empat bulan sebelum ujian akhir, keluar dari SMP dan memasuki Sekolah Pelayaran Tinggi di Semarang, dan meneruskan latihan perwira di Giyo Usamu Butai. Melalui latihan ini menjadi Mualim II, mulai berlayar dengan kapal kayu menjelajahi lautan Nusantara dengan resiko diserang pesawat terbang dan kapal selam Sekutu.

Sesudah proklamasi, Jos bergabung dengan BKR Laut yang merupakan cikal bakal TNI AL, menggunakan kapal kayu dan kapan hasil rampasan dari Jepang, beraksi dengan mengirimkan ekspedisi lintas laut ke Sumatera, Kalimantan, Bali, Sulawesi dan Maluku.

Tahun 1946 TKR Laut Jawa Tengah dan sejumlah pemuda Maluku menggunakan kapal-kapal kayu mengobarkan semangat proklamasi Maluku. Jos yang berusia 21 tahun ikut serta dan berhasil, tetapi kapal ini ditangkap. Jos dkk ditawan dan dipindahkan ke Makassar.

Setahun kemudian, Jos dibebaskan karena adanya Perjanjian Linggarjati. Bulan April 1947 ditugaskan mengikuti Latihan Opsir di Tegal ketika agresi Belanda I, disini terjadi pertempuran dan Jos terlibat. Selama Agresi Militer II, Jos ikut bergerilya. Setelah pengakuan Kedaulatan, Jos diangkat menjadi Perwira II Korvet Pati Unus. Bulan April 1950 korvet “Banteng” dengan tugas memadamkan pemberontakan RMS.

Tanggal 1 Juni 1951 di kapal RI Gajah Mada, selanjutnya dikirim ke Belanda memperdalam pengetahuan kapal selam. Jos diangkat sebagai Deputi I Kepala Staf AL dengan pangkat Letkol dan sebagai anggota Dapernas. Puncak perjuangannya adalah di laut Aru, dalam pengembalian Irian Barat kepada RI. Tanggal 15 Januari 1962, MTB ALRI Bertugas disertai pejabat MBAL termasuk Jos Soedarso. Kesatuan MTB tersebut terdiri dari tiga kapal yaitu RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang dan RI Harimau. Jos berada di RI Macan Tutul. Tepat pukul 21.15, tiga kapal tersebut diserang oleh Belanda. Komodor Jos mengambil alih pimpinan dengan melakukan manuver untuk memancing perhatian lawan. RI Macan Tutul megubah haluan sehingga musuh memusatkan serangan kepadanya, dua kapal lainnya selamat. Akhirnya bersama 23 orang anak buah Jos Soedarso gugur dan tenggelam di dasar laut.

Nilai Kepribadian Luhur yang Dimiliki

Karir lautnya diawali dari Maulim II, mejadi pelaut sejati sampai teriakannya terdengar menggelegar di tengah laut “Kobarkan semangat pertempuran”. KRI Macan Tutul tenggelam secara “Brave dan Gentleman”.

IKATAN KELUARGA PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Meneguhkan Persatuan Bangsa yang Berdaulat, Adil, dan Makmur

WEB TERKAIT

Informasi

Hubungi Kami

Kementerian Sosial, Gedung C, Lantai Dasar
Jl. Salemba Raya No. 28, Jakarta Pusat
IKPNI.com merupakan situs resmi yang diakui oleh Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia. Seluruh konten serta opini dalam situs ini berdasarkan fakta-fakta yang tersedia, namun tidak mewakili pendapat Inspira Mediatama. Konten dalam situs ini sebaiknya tidak dijadikan dasar oleh pembaca dalam mengambil keputusan komersial, hukum, finansial, atau lainnya. Pada artikel yang sifatnya umum, pembaca disarankan mencari pendapat dari profesional sebelum menanggapi dan mengoreksi konten informasi yang dipublikasi jika mungkin tidak sesuai dengan pandangan pembaca. Publisher tidak bertanggung jawab atas kesalahan atau kelalaian yang tayang, bagaimanapun disebabkan. Website ini dibuat untuk IKPNI dengan hak cipta. Kepemilikan merek dagang diakui. Dilarang menyalin, menyimpan, atau memindahkan dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari publisher.
Kilas Sejarah Hari Ini
21 April 1879

Hari Lahir R.A. Kartini

Dikenal sebagai salah satu pahlawan nasional yang dikenal gigih memperjuangkan emansipasi wanita indonesia kala ia hidup. Karena kegigihannya itulah hari lahirnya kemudian diperingati sebagai hari Kartini untuk menghormati jasa-jasanya pada bangsa Indonesia.

Selengkapnya...
Hari Lahir R.A. Kartini ( 21 April 1879 )
1
"Hallo, Admin. Website IKPNI."
Powered by